Ini Keistimewaan Pelni Corner, Toko Buah Berkualitas Premium di RS Pelni

Ini Keistimewaan Pelni Corner, Toko Buah Berkualitas Premium di RS Pelni

Kalau Anda datang ke Rumah Sakit (RS) Pelni di Petamburan, Jakarta Barat, selain ruang paramedik perawat, non perawat, dan ruang non medis, juga tersedia sejumlah fasilitas umum yang memudahkan sekaligus memanjakan pengunjung. Salah satunya Pelni Corner.

Apa itu Pelni Corner? Pelni Corner itu toko buah segar, bunga, dan kopi nusantara di RS Pelni yang berada di Petamburan, tepatnya di Jalan KS. Tubun No.92 – 94, RT.13/RW.1, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Kata Direktur Utama RS Pelni, DR dr. Fathema Djan Rachmat, toko buah berkualitas prima ini dibuka bekerjasama dengan MAS Group PT Rajatani Agro Nusantara.

“Pelni Corner dibuka bukan sekadar untuk menyediakan buah-buahan segar tapi sekaligus sebagai wujud upaya kami mendorong gerakan yang sudah dicanangkan pemerintah “Ayo makan buah dan sayur”, terangnya.

Lalu apa keistimewaan Pelni Corner? Menurut Anne Sri Arti, CEO & Founder MAS Group PT Rajatani  Agro Nusantara yang menjadi mitra RS Pelni, Pelni Corner yang  konsep pendiriannya dibuat oleh drh. Arighi Geraudi yang tak lain anak sulungnya sendiri, memiliki banyak keistimewaan, antara lain aneka buah yang disajikan Pelni Corner semua berkualitas premium yang dipasok langsung oleh petani.

“Kenapa buah-buahnya yang kami sajikan di toko ini berkelas premium? Karena mata rantai distribusinya langsung dari petani. Tidak seperti di fresh market yang buah-buahnya kebanyakan harus melalui pengepul, tengkulak, dan perantara sehingga mata rantai menjadi panjang,” jelasnya.

Keistimewaan lainnya, Pelni Corner dan toko buah milik Rajatani sendiri memiliki konsep pemberdayaan ekonomi karena dipasok langsung oleh para petani. Bahkan para karyawan dan wadah buah maupun bunga merupakan hasil karya anak-anak petani.

“Di demplot kami membina petani dan keluarganya sehingga karyawan toko buah Pelni Corner adalah anak petani dari Cirebon. Sedangkan wadah tanaman kaktus adalah gerabah yang dilukis oleh anak-anak petani lainnya sehingga mereka bisa punya uang jajan sendiri dan menambah biaya sekolah,” ungkap Anne Sri Arti.

Selain membina dan memastikan pasar untuk hasil pertanian buah dan sayur, pihaknya di kawasan Jabodetabek melayani cateringuntuk sedikitnya 85.000 orang belum termasuk di Palembang, Kalimantan dan daerah-daerah tambang lainnya.

Dia juga mengawal negosiasi kontrak langsung antara petani dengan perusahaan catering maupun industri, salah satunya Heinz ABC dan Indofood.

Hampir seluruh Indonesia MAS Rajatani  punya binaan, satu titik katering industri misalnya dipasok oleh rata-rata 300-400 petani.

Menurut Anne Sri Arti,  perusahaannya memiliki misi menjadikan para petani sebagai entrepreneur karena itu setiap masuk ke satu wilayah maka yang dibangun adalah demplot atau disebut demontration plot.

“Demplot ini suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan,” tambahnya.

Saat ini lima perusahaan yang dipimpinnya dibawah MAS Group, PT Rajatani Agro Nusantara memiliki dua toko buah premium di RS Pelni dan Radar Auri, Jakarta serta 43 lapak yaitu di Pasar Induk Kramat Jati dan pasar-pasar lainnya untuk menyerap hasil petani binaan MAS.

“Di Pasar Induk dan lapak buah yang ada kami memasarkan grade dua sementara yang premium disebar ke berbagai super marketmenengah atas sehingga terjamin pasarnya petani dan kondisi buah segarnya. Begitupun di Pelni Corner, kami hanya menjual buah potong dari buah yang masih segar dan kualitas premium sehingga jika dimakan langsung atau dibuat juice rasanya masih segar,” terang Anne Sri Arti.

DR dr. Fathema Djan Rachmat menambahkan kemitraannya dengan MAS Group PT Rajatani Agro Nusantara karena memiliki misi pemberdayaan yang sama agar masyarakat Indonesia hidup sehat dari makan buah dan sayur apalagi 50% dari karyawan RS Pelni adalah usia milenial.

“Sebagai karyawan milenial mereka harus memiliki gaya hidup sehat apalagi ditangan mereka RS Pelni kini menyediakan pelayanan berbasis IT hasil karya mereka sendiri untuk memudahkan operating system yang sudah bisa dipatenkan,” tandasnya.

Menurutnya, mengajak masyarakat untuk makan buah secara teratur memang sulit oleh karena itu dengan adanya Pelni Corner yang menyediakan buah segar maka baik karyawan rumah sakit, pasien maupun keluarganya dapat dengan mudah memperoleh buah segar, bunga rangkai maupun ke depannya juga sayuran organik yang menyehatkan.

Kata dia lagi, mindset rumah sakit sebagai tempat perawatan penyakit sudah harus diubah menjadi rumah sehat sehingga sebelum pulang pasien dan keluarganya sudah memiliki gaya hidup sehat, makan buah dan sayur yang semuanya juga sudah tersedia di area rumah sakit.

“Kami harapkan semua rumah sakit di Indonesia juga memiliki toko buah segar dan sayuran karena selain bisa untuk buah tangan ketika menjenguk keluarga dan kerabat yang dirawat, juga bisa untuk buah tangan bagi keluarga di rumah,” tambahnya.

Dia menjelaskan sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan.

Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh.

Berbeda dengan sayuran, buah-buahan juga menyediakan karbohidrat terutama berupa fruktosa dan glukosa. Sayur tertentu juga menyediakan karbohidrat, seperti wortel dan kentang sayur.

Sementara buah tertentu juga menyediakan lemak tidak jenuh seperti buah alpukat dan buah merah.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah.

Konsumsi sayur dan buah yang cukup juga menurunkan risiko sulit buang air besar (BAB/sembelit) dan kegemukan.

Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik.

Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang. “Jadi pasien yang sudah pulang tidak perlu minum obat vitamin tapi makan saja buah-buahan yang cocok untuk kesehatan tubuhnya,” kata Fathema didampingi dr Rooshardianti atau dr Anti, direktur operasional RS Pelni.

“Dengan demikian gerakan makan buah dan sayur dikalangan milenial menjadi gaya hidup sehari-hari. Kami sudah mengganti konsumsi rapat yang biasanya snack menjadi aneka buah potong,” tambahnya.

Melihat banyak manfaat dan keistimewaannya, DR dr Fathema pun optimis kemitraan RS Pelni dengan MAS Group PT Rajatani Agro Nusantara yang dipimpin oleh drh. Arighi Geraudi, anak sulung dari Anne Sri Arti yang saat ini masih melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia ini, akan merambah sejumlah rumah sakit lainnya.

Leave a comment